Selasa, 31 Oktober 2017

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SD

Kurikulum dari zaman kezaman terus mengalami perubahan. Perubahan terjadi karena perkembangan zaman yang semakin kencang, sehingga Kurikulum KBK tidak akan cocok di terapkan di tahun 2013 yang serba berbau Teknologi.
Di beberapa daerah , siswa lebih peka terhadap Teknologi di banding guru. Hal ini tentu jadi pokok permasalahan yang kemudian disimpulkan bahwa dunia pendidikan benar-benar butuh penyegaran.Dan pada akhirnya muncullah Kurikulum 2013. Keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan tentang implementasi kurikulum diantaranya sebagai berikut:Pasal 1, Implementasi kurikulum 2013 pada sekolah dasar/ madrasah ibtidaiyah (SD/MI), sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs), sekolah menengah atas/madrasah aliyah (SMA/MA), dan sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan (SMK/MAK) dilakukan secara bertahap mulai tahun pelajaran 2013/2014, Pasal 2
(1)  Implementasi kurikulum pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK menggunakan pedoman implementasi kurikulum yang mencangkup :
a) Pedoman penyusunan dan pengelolaan KTSP.
b) Pedoman pengembangan muatan lokal.
c) Pedoman kegiatan ekstrakurikuler
d) Pedoman umum pembelajaran, dan
e) Pedoman evaluasi kurikulum
Implementasi kurikulum adalah usaha bersama antara Pemerintah dengan pemerintah daerah propinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota.
1. Pemerintah bertanggung jawab dalam mempersiapkan guru dan kepala sekolah untuk melaksanakan kurikulum.
2.  Pemerintah bertanggungjawab dalam melakukan evaluasi pelaksanaan kurikulum secara nasional.
3. Pemerintah propinsi bertanggungjawab dalam melakukan supervisi dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum di propinsi terkait.
4. Pemerintah kabupaten/kota bertanggungjawab dalam memberikan bantuan profesional kepada guru dan kepala sekolah dalam melaksanakan kurikulum di kabupaten/kota terkait.
Stategi Implementasi Kurikulum terdiri atas:
1. Pelaksanaan kurikulum di seluruh sekolah dan jenjang pendidikan SD yaitu:
-    Juli 2013: Kelas I dan IV
-    Juli 2014: Kelas I,II,IV, dan V
-    Juli 2015: kelas I, II, III, IV, V,dan VI
2. Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, dari tahun 2013 – 2015
3. Pengembangan buku siswa dan buku pegangan guru dari tahun 2012– 2014
4. Pengembangan manajemen, kepemimpinan, sistem administrasi, dan pengembangan budaya sekolah (budaya kerja guru) terutama untuk SMA dan SMK, dimulai dari bulan Januari – Desember 2013
5.  Pendampingan dalam bentuk Monitoring dan Evaluasi untuk menemukan kesulitan dan masalah implementasi dan upaya penanggulangan: Juli 2013 – 2016. DI SDN 23/X Muara Sabak Timur, Kurikulum 2013 telah digunakan dari tahun 2016.Sampai saat ini Kurikulum 2013 telah berlaku di kellas I, II, IV, dan V. Dalam penerapan Kurikulum 2013 ini, ada beberapa hambatan yang menjadi kendala bagi kami, yaitu :
  1. Terlambatnya pendistribusian buku , baik buku siswa maupun buku guru.
  2. Tenaga pendidik sebagian besar tidak / belum menguasai IT.
  3. Masih ada tenaga pendidik yang belum atau kurang memahami kurikulum 2013.
Dalam kurikulum 2013, guru dituntut untuk secara profesional merancang pembelajaran afektif dan bermakna, mengorganisasikan pembelajaran, memilih pendekatan pembelajaran yang tepat, menentukan prosedur pembelajaran dan pembentukan kompetensi secara efektif, serta menetapkan kriteria keberhasilan. 
Berkaitan dengan hal tersebut akan dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut :
1.  Merancang pembelajaran secar efektif dan bermakna.
Implementasi kurikulum 2013 merupakan aktualisasi kurikulum, dalam pembelajaran dan pembentukan kompetensi serta karakter peserta didik. Hal tersebut menuntut keaktifan guru dalam menciptakan dan menumbuhkan berbagai kegiatan sesuai dengan rencana yang telah diprogramkan. Guru harus menyadari bahwa pembelajaran memiliki sifat yang sangat kompleks karena melibatkan aspek pedagigis, psikologi, dan didaktis secara bersamaan.
2. Mengorganisasikan pembelajaran.
Implementasi kurikulum 2013 menuntut guru untuk mrngorganisasikan pembelajaran secara efektif. Sedikitnya terdapat lima hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan pengorgsnisasian pembelajaran dalam implementasi kurikulum 2013, yaitu pelaksanaan pembelajaran, pengadaan dan pembinaan tenaga ahli, pendayagunaan tenaga ahli dan sumber daya masyarakat, serta pengembangan dan penataan kebijakan.
3.  Memilih dan menentukan pendekatan pembelajaran.
Implementasi kurikulum 2013 berbasis kompetensi dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan. Pendekatan tersebut antara lain pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learing), bermain peran, pembelajaran partisipatif(participative  teaching and learning), belajar tuntas (mastery learning), dan pembelajaran konstruktivisme(constructivism teaching and learning).
4.  Melaksanakan pembelajaran, pembentukan kompetensi, dan karakter. Pembelajaran dalam
menyukseskan implementasi kurikulum 2013 merupakan keseluruhan proses belajar, pembentukan kompetensi dan karakter peserta didik yang direncanakan. Untuk kepentingan tersebut maka kompetensi inti, kompetensi dasar, materi standart, indikator hasil belajar, dan waktu yang harus ditetapkan sesuai dengan kepentingan pembelajaran sehinga peserta didik diharapkan memperoleh kesempatan dan pengalaman belajar yang optmal.dalam hal ini, pembelajaran pada hakikatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik. Pada umumnya kegiatan pembelajaran mencangkup kegiatan awal atau pembukaan, kegiatan inti atau pembentukan kompetensi dan karakter, serta kegiatan akhir atau penutup.
Implementasi yang efektif merupakan hasil dari interaksi antara strategi implementasi, struktur kurikulum, tujuan pendidikan, dan kepemimpinan kepala sekolah. Oleh karena itu, pengoptimalan implementasi kurikulum 2013 diperlukan suatu upaya strategis untuk mensinergikan komponen-komponen tersebut, terutama guru dan kepala sekolah dalam membudayakan kurikulum.
Membudayakan kurikulum dapat diartikan bahwa implementasi kurikulum tersebut masuk dalam budaya sekolah, yang merefleksikan nilai-nilai dominan, norma-norma, dan keyakinan semua warga sekolah, baik peserta didik, guru, kepala sekolah, maupun tenaga kependidikan lain.


41 komentar:

  1. Sebagian Besar kendala/hambatan yang di alami guru2 itu relatif sama salah satunya Tentang kurang penguasaan tentanG IT. Menurut ibuk sebagai seorang guru bagaimana Langkah sebaiknya Semua guru bisa lebih menguasai IT tersebut?.Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menguasai IT bukanlah hal yang mudah.Tetapi bukan juga hal yabg mustahil.Karena itu kita harus banyak belajar dan berlatih menggunakan IT,walaupun mungkin ada yg sdh mendekati usia pensiun.Dlm ajaran agama kt jg mengajarkan untuk sll belajat,belajar, dan belajar.Dmn ada kemauan disitu ada jalan.Insya Allah,dengan izinnya apa yg kt harapkan akan terwujud

      Hapus
  2. Untuk mengimplementasikan kurikulum berbasis kompetensi upaya apa saja yang saudari telah lakukan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berusaha Mempelajari dan memahami kurikulum,baik komponem-komponennya, maupun karakteristiknya,agar dapat menerapkan kurikulum sebaik mungkin.Kemudian mengembangkan kemampuan yang ada dg banyak belajar dan berlatih untuk meningkatkan kompetensi diri agar terwujud guru yg profesional

      Hapus
  3. Dengan adanya kurikulum proses belajar dan pembelajaran akan berjalan secara terstruktur dan tersistem demi mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sangat setuju, karena kurikulum itu merupakan pefoman bg guru dalam proses belajar mengajar.Komponen-komponen yg afa di dalamnya merupakan suatu sistem yg saling menunjang antara satu dg yg lainnyadalam mencapai tujuan.Di samping itu kurikulum juga memuat prinsip-prinsip, kritetia-kriteria yg merupakan panduan atau rambu-rambu bg kt

      Hapus
  4. Kurikulum 2013 membuat pembelajaran menjadi kreatif dan inovatif. Apakah di setiap sekolah sudah dapat menjalankan pembelajaran yang kreatif dan inovatif tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua itu tergantung kepada masing-masing guru.Namun sebagian besar sekolah yg melaksanakan kurikulum 2013 mencoba menjalankan pembelajaran yg kreatif dan inovatif semaksimal mungkin, menciptakan suasana belajat yg menyebangkan dgn harapan menghasilkan pembelajaran yg bermakna.

      Hapus
  5. menurut ibu, apa yang dapat di lakukan dalam menyikapi Terlambatnya pendistribusian buku , baik buku siswa maupun buku guru ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mencoba menemui mbah gogle untuk mendapatkan buku tersebut.setelah d cetak baru d copy .untuk memenuhi kebutuhan buku sesuai jumlah siswa,biasanya orang tua murid berinisiatip mengkopy buku tersebut.kita cukup menyampaikan apa yg sebenarnya terjadi dan diserahkan kpd wali murid untuk mengambil sikap untuk kepentingan anaknya sendiri

      Hapus
  6. dari blog yang telah ibu jabarkan, apakah sekolah ibu tsb sudah melaksanakan K13 dengan baik seutuhnya ? berapa persenkah itu ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di SD 23 belum melaksamakan K13 sepenuhnya, baru kls 1,2,4, dan 5.sedangkan kls 3 dan 6 masih menggunakan KTSP.Insya Allah tahun ajaran 2018/2019 sdh menggunakan K 13 semua. Km berusahamenggunakan K13 sebaik mungkin dan sll meningkatkan kompetensi agar lebih baik lg.

      Hapus
  7. Assalamu'alaikum Cak....bagaimana upaya sekolahnya dalam menanggulangi keterlambatan buku pelajaran?....mksh Cak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikum salam pak,
      Upaya yg dilakukan sekolah adalah menghubungi mbah google untuk mendptkan buku yg kami butuhkan.Setelah itu km sampaikan kpd wali murid masalah keterlambatan buku tersebut. Alhamdulillah atas inisiatip sendiri mereka mengcopy buku tsb untuk anak mereka masing-masing.

      Hapus
  8. Dalam K13 PPK harus terintegrasi dalam desain pembelajaran. Bagaimana cara mengimplentasikan PPK dalam proses pembelajaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan cara memasukkan ppk kedalam perencanaan pembelajaran.Dalam setiap proses pembejaran selalu diajarkan dan ditanamkan nilai-nilai karakter kpd siswa ,agar mereka nemiliki karakter yg kuat.Begitu jg dlm kegiatan ekstra kurikuler sll d tanamkan nilai disiplin, gotong royong,ranggung jawab,jujur, dan juga nilai agamis.

      Hapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Jika ibu bilang kelas 124 yang menggunakan kurikulum 2013 apa sudah lengkap fasilitasnya seperti buku buku k13 yang revisi terbaru?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang menggunakan K13 kls 1,2,4,dan 5.untuk buku br klas 1dan 4.untuk kls 2dan 5 blm datang.yg digunakan buku K13 yg lama.

      Hapus
  11. Untuk mengurangi kendala dalam implementasi k13 yang pertama guru wajib menguasai IT dengan dipaksakan yaitu setiap ada waktu luang guru dibimbing mengoperasikan komputer secara bersama, untuk pendistribusian buku secara bertahap guru mendownload lewat Internet, untuk pemahaman terhadap k13 dalam forum KKG dibekali pemahaman k13

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul pak,untuk penguadaan IT mmg harus dipaksakan.yg penting ada kemauan dr indibidu untuk belajar,setiap ada kemauan padti ada jalan.

      Hapus
  12. Masalah keterlambatan buku siswa bisa diatasi jika guru - guru kita memberdayakan teknologi, dan selalu afdit serta proaktif mencari bahan ajar, hal ini guru perlu pendampingan secara sungguh - sungguh .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar yg d sampaikan oleh bapak.Ada berbagai alternatif yg bs d pilih jika bermasalah dg keterlambatan konstribusi buku pelajaran.Tinggal kita memilih alternatif mana yg lebih memungkinkan.apakah memberdayakan IT atau pinjam ke teman yg sdh memiliki.

      Hapus
  13. Sebaiknya guru yng blum memahami k13 hendaknya diberi pelatihan dan motivasi srta guru harus mencari informasi ketidak tahuannya dan terus belajar agar kita sebagai pendidik dapat melakukan proses pembelajar yang baik dlam mencapai tujuan pendidikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita jg bs menimba pengetahuan tentang K13 melalui KKG, atau memanggil nara sumber yg telah memahami K13 ke kelompok KKG atau ke sekolah kt masing-masing

      Hapus
  14. Saya setuju, setiap guru harus lebih meningkatkan kompetensinya sebagai pendidik...trimk...wsalm...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari kita mulai dari diri kita sendiri,tingkatkan kompetensi semaksimal mungkin.Setelah itu sebarkan ke tenan-teman sekitar kita.

      Hapus
  15. Kurikulum 2013, menuntut guru untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif. Artinya, guru harus menjadi manusia pembelajar. Permasalahannya, masih banyak guru yang belum mau menjadi manusia pembelajar. Padahal, seorang guru dituntut untuk terus menambah pengetahuan dan memperluas wawasannya, terlebih setelah diberlakukannya kurikulum 2013.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena itu timbulkan semangat dan motivasi dlm diri untuk meningkatkan kompetensi diri,agar potensi yg ada dlm diri kita dapat berkembang secara maksimal,sehingga guru yg aktif,kreatif,dan inovatif dapat terwujud

      Hapus
  16. mengacu pada permasaahan-permasalahan tersebut ,pastinya pemerintah harus mengubh atau pling tidak memudahkan pelaksanaan kurikulum 2013 ini,jika yang ingin di capai adalah keterampilan sebagai hasil yang paling bnyk di harapkan pada sekolah dasar akan lebih baik jika dlm penilaian juga tidak terlalu di pusingkan dengan format-format penilaian yg menyulitkan,dan dalam hal ini juga guru ke dpannya di tuntut tidak hanya cerdas tetapi juga adaptip terhadap perubhan kurikulum 2013 ini,trma ksih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju sekali,dengan diselesaikannya permasalahan yg muncul,guru lebih pokus dlm tugasnya.Namun kl pemerintah blm bs menyelesaikan permasalahan Tersebut,mari kita jadikan sebagai motivasi untuk mencari solusi dr permasalahan yg muncul

      Hapus
  17. Nah, implementasi kurikulum adalah usaha bersama antara Pemerintah dengan pemerintah daerah propinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota.😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali,karena itu, semua elemen-elemen yang yang terkait dg kurikulum bukan hanya pemerintah harus dirangkul dan di ajak berkerjasama ,agar pelaksanaan K13 sesuai dengan harapan semua pihak

      Hapus
  18. Karakteristik yang paling menonjol dari kurikulum 2013 adalah mengajarnya menggunakan pendekatan pembelajaran tematik integratif,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena dengan menggunakan pendekatan pembelajaran tematik integratif pembelajaran lebih bermakna,siswa lebih aktif dan guru menjadi lebih kreatif dan inovatif.

      Hapus
  19. Dari beberapa faktor di atas adakah langkah yg bisa ibu ambil untuk mengatasi tetap berjalannya kegiatan pembelajaran,, masalah buku, dan para guru yg belum menguasai IT

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk mengatasi masalah keterlambatan buku,dapat diatasi dg mencari sumber lain baik melalui internet maupun media lain.sedangkan untuk mengatasi para guru yang belum menguasai IT, mengadakan pelatihan tentang IT setiap hari sabtu setelah pulang sekolah dg menghadirkan nara sumber yg berkompeten di bidang IT.

      Hapus
  20. Apa yang akan di lakukan oleh guru yang kurang memahami IT untuk memdapatkan materi tambahan selain dari buku pelajaran?

    BalasHapus
  21. Apa yang akan di lakukan oleh guru yang kurang memahami IT untuk memdapatkan materi tambahan selain dari buku pelajaran?

    BalasHapus
  22. Apa yang akan di lakukan oleh guru yang kurang memahami IT untuk memdapatkan materi tambahan selain dari buku pelajaran?

    BalasHapus
  23. implementasi kurikulum sebagai barometer keberhasilan guru..

    BalasHapus