SURVEI EVALUASI
PENERAPAN KURIKULUM 13
DI SD NEGEI NO.23/X
MUARA SABAK
KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR JAMBI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kurikulum memegang kedudukan kunci dalam pendidikan, sebab berkaitan dengan
penentuan arah, isi dan proses pendidikan, yang pada akhirnya menentukan macam
dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan. Kurikulum menyangkut rencana
dan pelaksanaan pendidikan baik dalam lingkup kelas, sekolah, daerah, wilayah
maupun nasional.
Pendidikan di negara Indonesia saat ini masih mengalami berbagai macam
persoalan. Persoalan tersebut tidak mudah diselesaikan, karena substansi yang
ditransformasikan selama proses pendidikan dan pembelajaran selalu berda dibawah
dibawah tekanan kemajuan dan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemajuan
masyarakat. Salah satu persoalan pendidikan kita yang masih menonjol saat ini
adalah adanya kurikulum yang mengalami pergantian dari tahun ke tahun dan
membebani peserta didik tanpa ada arah pengembangan yang benar-benar di
implementasikan sesuai dengan perubahan yang diinginkan pada kurikulum
tersebut.
Perubahan kurikulum harus diantisipasi dan dipahami oleh berbagai pihak, karena
kurikulum sebagai rancangan pembelajaran memiliki kedudukan yang sangat
strategis, yang menentukan keberhasilan pembelajaran secara keseluruhan, baik
proses maupun hasil. Sekolah sebagai pelaksana pendidikan, baik kepala sekolah,
guru, maupun peserta didik sangat berkepentingan dan akan terkena dampak langsung
dari setiap peubahan kurikulum. Perubahan kurikulum merupakan perubaha yang
sagat mendasar dalam sistem pendidikan nasional, dan akan mengubah
komponen-komponen pendidikan lainnya.
Kurikulum bersifat dinamis karena selalu berubah-ubah sesuai dengan
perkembangan dan tantangan zaman. Semakin maju peradaban suatu bangsa, maka
semakin berat pula tantangan yang dihadapinya. Persaingan ilmu pengetahuan
semakin gencar dilakukan oleh dunia internasional, sehingga indonesia juga
dituntut untuk dapat bersaing secara global demi mengangkat ,martabat bangsa.
Oleh karena itu, untuk menghadapi tantangan yang akan menimpah dunia pendidikan
kita, ketegasan kurikulum dan implementasinya sangat dibutuhkan untuk membenahi
kinerja pendidikan yang jauh tertinggal dengan negara-negara maju di
Dunia. Karena seringnya perubahan kurikulum ini membuat para orang-orang yang
ada dalam pendidikan termasuk birokrat pendidan baik yang dibawah maupun
diatas, kepala sekolah, guru, maupun peserta didik kurang dalam persiapan untuk
mengimplementasikan kurikulum baru. Misalnya saja, dari perubahan KTSP
menuju kurikulum 2013. Di berbagai sekolah indonesia belum seluruhnya
menerapkan kurikulum 2013.
Tidak bisa dipungkiri bahwa perubahan kurikulum selalu mengarah pada perbaikan
sistem pendidikan. Perubahan tersebut dilakukan karena dianggap belum sesuai
dengan harapan yang diinginkan sehingga perlu adanya revitalisasi kurikulum.
Usaha tersebut perlu dilakukan demi menciptakn generasi masa depan yang
berkarakter dan menciptakan anak yang unggul dan mampu bersaing di dunia
internasional.
B. Rumusan
Masalah
Dari Uraian
diatas maka kami mengambil beberapa rumusan masalah yang akan dibahas yaitu:
1.Bagaimana pengembangan kurikulum
muatan lokal disekolah SDN
No.23/X Muara Sabak?
2.Bagaimana pengembangan kurikulum
KTSP/K13 SDN No.23/X
Muara Sabak?
3.Apa kendala dan hambatan dalam
pelaksanaan kurikulum KTSP/K13
SDN No.23/X Muara Sabak ?
4.Bagaimana sistem evaluasi pada
kurikulum KTSP/K13 di SDN No.23/X
Muara Sabak ?
C. Tujuan
1.Untuk mengetahui pengembangan
kurikulum muatan lokal disekolah
SDN No.23/X Muara Sabak.
2.Untuk mengetahui pengembangan
kurikulum KTSP/K13 SDN
No.23/X Muara Sabak.
3.Untuk mengetahui kendala-kendala
dalam pelaksanaan kurikulum
KTSP/K13 V
4.Untuk mengetahui sistem evaluasi
pada kurikulum KTSP/K13 di
SDN No.23/X Muara Sabak.
D. Metode Survei
Metode Survei
yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Wawancara
Metode wawancara ini di lakukan dengan cara tanya
jawab langsung dengan
narasumber yang terkait yaitu Wakasek, guru, serta
siswa dari SDN No.23/X
Muara Sabak
2. Survei
Metode Survei di lakukan dengan cara mengamati kondisi
fisik dan
juga proses kegiatan belajar mengajar di SDN No.23/X Muara Sabak,
sepeti mengamati keadaan teknologi yang di pakai serta sarana prasarana
yang
ada.
E. Waktu dan Tempat
Survei ini
dilaksanakan pada bulan Oktober di SDN NO.23/X Muara Sabak
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian
Kurikulum
Istilah kurikulum dalam dunia
pendidikan memiliki banyak definisi yang berbeda dan berkembang dikalangan para
ahli, seperti yang diungkapkan oleh saylor & lewis ia meamandang kurikulum
sebagai sebuah kumpulan mata pelajaran yang yang harus ditempuh oleh peserta
didik. Sedangkan menurut Robert m. hutchins tahun 1936 ia mengatakan bahwa
kurikulum adalah sebuah mata pelajaran dan isi pelajaran yang akan diajarkan.
Tetapi menurut Hasan Langgulung berpendapat bahwa kurikulum merupakan sejumlah
pengalaman pendidikan, kebudayaan, sosial, olah raga, dan kesenian baik yang
berada di dalam maupun di luar kelas yang dikelolah oleh sekolah.
Maka dapat disimpulkan bahwa
kurikulum adalah kumpulan mata pelajaran yang tersusun secara sistematis dimana
didalamnya terkandung isi pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik.
Evaluasi Kurikulum dapat dilihat dari
Komponen-komponen kurikulum itu sendiri yaitu :
1.
KomponenTujuan
Kurikulum 2013 mengarah kepada 3
aspek, yaitu aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Dan penekanannya pada
aspek sikap. Tujuan instruksional sejalan dengan visi dan misi SDN 23/X Muara
Sabak, yaitu Cerdas, terampil, dan berbudi pekerti. Aspek pengetahuan nya yatu membentuk peserta didik
yang cerdas, Asppek ketetampilan yaitu membuat peserta didik memiliki
keterampilan bukan hanya di bidang akademik namun juga di bidang lainnya.
Sedangkan Aspek sikapnya yaitu menciptakan peserta didik yang memiliki budi
pekerti, berkarater sesuai dengan kepribadian bangsa,Dan hal ini di wujudkan
dalam aktivitas siswa setiap hari.
2.
Komponen
Metode
Penggunaan metode yang berariasi
selalu dilakukan untuk menghindari kejenuhan dalam proses belajar mengajar, dan
agar materi yang di ajarkan mudah diterima oleh peserta didik. Penggunaan
metode yang selalu sama akan membuat proses belajar
menjadi monoton dan menimbulkan rasa bosan yang pada akhirnya akan membuat
peserta didik kehilangan motivasi dalam
belajar dan hal ini tentu akan berpengaruh terhadap hasil belajarnya. Untuk itu
guru harus selalu kreatif dan inovatif dalam menciptakan proses belajar
mengajar agar peserta didik menjadi
lebih aktif dan suasana belajar menjadi
menyenangkan
3.
Komponen Materi
Kurikulum 2013 dari komponen
materi telah dapat terlakasana dengan baik di SDN 23/ X Muara Sabak,hal ini
dilihat dari pemahaman materi guru sudah memadai , begitu juga dengan
penyampaian materi guru SDN 23/X Muara Sabak Sabak dapat menyampaikan materi
dengan baik sehingga dapat dipahami oleh siswa dengan baik pula. Dalam pengajarannya
pun menggunakan pendekatan Sentivic dengan melaksanakan tahapan –tahapan
pembelajaran yang terdapat pada pendekatan sentivic yang melipti : Mengamati (
Obsrvasi ), Menanya ( Questioning ), Pengumpulan data ( Experimenting ),
mengasosiasikan ( Associating ), dan Mengkominikasikan ( Communicating ).
Begitu juga cara pemberian tugas yang
dilakukan guru sudah baik .
4.
Komponen Sistem penilaian
Sistem penilaian
berupa proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian
hasil belajar peserta didik. Penilaian merupakan serangkaian kegiatanuntuk
memperoleh,menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar
peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga
menjadi informasi yang bermakna dalam
pengambilan keputusan. Penilaian yang dilakukan di SDN 23/X Muara Sabak
dilakukan dengan menekankan pada prinsip-prinsip kejujuran, yang mengedepankan
aspek –aspek berupa knowledge,skill dan attitude, seperti yang di amanatkan
oleh Kurikulum 2013. Namun laporan hasil penilaian yang menuntut berbentuk
deskripsi agak membingungkan beberapa guru, apalagi yang belum memahami teknik
penilaiannya, dan merasa agak kesulitan dalam laporan hasil belajar peserta didik yang biasanya berupa angka-angka.Hal
ini disebabkan oleh kurangnya motivasi sebagian guru untuk menguasai IT dan
kemampuan memahami aplikasi penilaian masih belum memadai.
Berdasarkan evaluasi dari
komponen-komponen kurikulum tersebut di peroleh hasil bahwa pelaksanaan
Kurikulum di SDN 23/ X Muara Sabak baik itu Kurikulum 2013 maupun KTSP telah
terlaksana dengan baik, hanya ada sebagian kecil permasalahan, yaitu :
1. Masih rendahnya motivasi sebagian guru untuk mempelajari dan menguasai IT.
2. Pemahaman aplikasi penilaian pada sebagian guru masih belum memadai.
A.
SARAN
Berdasarkan hasil pembahasan Survei diatas maka dapat disarankan agar :
1. Bagi sekolah khususnya kepala sekolah
harus mampu meningkatkan dan
memotivasi guru agar mampu meningkatkan
keterampilanya bukan hanya
dalam proses belajar tetapi juga penguasaan iptek.
2. Bagi sekolah khususnya bagi guru
harus lebih meningkatkan softskill
seperti penguasaan komputer agar nantinya
dapat mempermudah penerapan
kurikulum dalam berbagai situasi.
Evaluasi kurikulum merupakan usaha sistematis yang dilakukan untuk memperbaiki kurikulum yang masih tahap pengembangan maupun kurikulum yang telah di laksanakan agar menjadi lebih siap dimasa yang akan datang.kurikulum akan selalu berubah sesauai dengan tuntutan zaman yang semakin berkembang
BalasHapussetuju sekali, untuk mengevaluasi pelaksanaan kurikulum harus ditinjau dari semua komponen-komponen yang ada dalam kurikulum sendiri.Komponen-komponen kurikulum tersebut merupakan suatu sistem yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, yang harus bekerjasama dalam mewujudkan kurikulum yang berkualitas
HapusPertemuan antar sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013
BalasHapusPertemuan ini mengumpulkan semua perwakilan sekolah yang ditunjuk melaksanakan kurikulum 2013 untuk mengevaluasi tahap awal penerapan pola pembelajaran baru dalam sebulan terakhir. Pertemuan ini penting sebab sebagian sekolah merasa mampu menerapkan kurikulum baru dengan baik, namun yang lain kesulitan. Sehingga dengan adanya forum ini akan terjalin tukar menukar pengalaman tentang pelaksanaan kurikulum 2013 di masing-masing sekolah.
melalui forum ini kita dapat bertukar pikiran dan mencari solusi untuk permasalahan yang dihadapi oleh sekolah masing-masing.Di samping itu juga dapat menambah wawasan dan pengalaman kita melalui permasalahan yang muncul dari sekolah-sekolah lainnya.
HapusAssalmukum...Adapun tujuan evaluasi pembelajaran antara lain adalah untuk mendapatkan data pembuktian yang akan mengukur sampai dimana tingkat kemampuan dan keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan pengajaran.
BalasHapuswaalaikum salam.Tujuan evaluasi pembelajaran disamping untuk untuk mengukur tingkat keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran , juga untuk memperbaiki proses pembelajaran dan tindak lanjut pembelajaran
BalasHapusYang mungkin bisa dijadikan salah satu indikator keterlaksanaan kurikulum 2013 adalah pada proses penilaian. Selain mendengarkan keluhan secara langsung dari bapak ibu guru tentang ribet dan rumitnya cara menilai secara autentik, tingkat pemahaman dan keterlaksanaan proses penilaian autentik ini bisa dilihat dari daftar nilai yang dibuat oleh guru. Beberapa celetukan dari orang tua, murid, dan guru yang mungkin bisa dijadikan bahan renungan di antaranya sebagai berikut: "Proses menilainya begitu kompleks dan melelahkan, hasilnya kok seragam. Nilai kok cuma A dan B."
BalasHapusPermasalahan yang sama juga kami alami.Namun kita harus bisa menyikapi dengan baik ,karena hal ini merupakan hal baru bg semua pihak baik guru,siswa,maupun orang tua siswa.semua itu perlu proses adaptasi yg tentu saja memerlukan waktu yg tdk sedikit.Selalu berupaya untuk meningkatkan kemampuan adalah kunci kwberhasilan.
HapusMomen guru harus memberikan kesempatan seluas luasnya untuk pembelajaran yg berpusat kepada peserta didik, seharusnya menjadikan guru harus lebih inovatif dalam merancang pembelajaran yg sesuai dengan pendekatan saintifik sebagaimana yang dijelaskan dalam permendikbud No.22/2016 tentang standar proses.
BalasHapusDengan melaksanakan langkah-langkah dlm pendekatan sentific kita sudah menciptakan pembelajaran yg aktif dan berpusat pd siswa,siswa mempunyai peluang untuk terlibat secara aktif,memotivasi siswa untuk meningkatkan keterampilan berbicara dan berkomunikasi.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKurikulum yg baik akan dapat menjadi pedoman dan pengarah pelaksanaan pendidikan dalam mencapai hasil belajar yg maksimal.penciptaan lingkungan belajar yg kondusif dan menyenangkan akan sangat membantu siswa mencapai hasil belajar yg lebih baik ,baik dari aspek pengetahuan, keterampilan ,maupun sikap yg sesuai dg karakter bangsa kita.
HapusEvaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum di sekolah dilakukan dalam rangka menuju kurikulum yang ideal,efektuf dan efisien serta dapat mengikuti perkembangan zaman.Yang sasarannya adalah tercapainya target yg di tetapkan yaitu terciptanya generasi yang cerdas,terampil dan berbudaya sesuai dg nilai2 karakter bangsa yg akan membawa bangsa Indonesia lebih baik lg jedepannya
Hapusseberapa sulit dan rumitnya sistem penilaian pada kurikulum 2013, namun tetaplah harus kita laksanakan dengan tujuan mengukur sejauh mana ketercapaain dari tujuan pemeblajaran.
BalasHapusBerupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang sistem penilaian pada kurikulum 2013,agar dapat melaksanakan penilaian dengan baik dan benar sesuai dg amanat kurikulum 2013
HapusSecara umum, penilaian adalah proses sistematis pengumpulan informasi (angka, deskripsi verbal), analisis, dan interpretasi informasi untuk memberikan keputusan terhadap kadar hasil kerja. Penilaian yang diterapkan dalam KTSP adalah Penilaian Berbasis Kelas (PBK). PBK memiliki pengertian penilaian sebagai assessment, yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh dan mengefektifkan informasi tentang hasil belajar siswa pada tingkat kelas selama dan setelah kegiatan belajar mengajar. Data/informasi dari PBK merupakan salah satu bukti yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu program pendidikan.
BalasHapusPenilaian pd kurikulum KTSP untuk menilai ketercapaian yg di tuangkan dalam bentuk angka,dimana angka yg tertera menunjukkan tingkat pencapaiannya,namun pada K 13 hasil dituangkan dalam bentuk uraian atau deskripsi.Namun pada dasarnya keduanya mempunyai fungsi yg sama sebagai laporan kemajuan belajar yg telah di capai.
HapusAslmkm...evaluasi sangatlah penting utk mengetahui sejauhmana siswa dapat menerima materi yg telah diajarkan oleh guru...
BalasHapusKurikulum memegang peranan penting dalam pendidikan,karena kurikulum sebagai penentu arah dan pedoman dengan adanya survei evaluasi kurikulum guru dapat mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam pembelajaran
BalasHapusEvaluasi tentang komponen tujuan, materi, metoda dan sistem merupakan hal yang mendasar dalam sebuah kurikulum karena dari keempat komponen tersebut saling keterkaitan satu dengan lainya laksana sisi mata uang yang fungsinya ketergantungan, jadi evaluasi memang dibutuhkan secara berkala untuk menjaga ketersediaan serta memiliki asas manfaat bagi kehidupan .
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMenanggapin sedikit tentang permasalahan yang ada di sekolah ibu. Menurut saya perlu di adakan Pertemuan antar sekolah, Pertemuan ini mengumpulkan semua perwakilan sekolah yang ditunjuk melaksanakan kurikulum 2013 untuk mengevaluasi tahap awal peneraan pola pembelajaran. Pertemuan ini penting sebab sebagian sekolah merasa mampu menerapkan kurikulum baru dengan baik, namun yang lain kesulitan. Sehingga dengan adanya forum ini akan terjalin tukar menukar pengalaman tentang pelaksanaan kurikulum di masing-masing sekolah.
BalasHapusJika dianalisa dari berbagai aspek tentu sudah sewajarnya terdapat pro dan kontra dari setiap perubahan kurikulum juga terdapat kelebihan dan kekuurangan dari masing – masing. Namun sebagus apapun kurikulum jika tidak didukung oleh semua sarana pendukung tentu tidak akan tercapai sebagaimana yang di harapkan.
BalasHapus